Gema takbir, tahmid, dan tahlil kembali berkumandang menyelimuti seluruh penjuru negeri, menandakan tibanya salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Momen suci ini bukanlah sekadar perayaan tahunan yang ditandai dengan pemotongan hewan ternak semata, melainkan sebuah madrasah spiritual yang sarat akan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan ketuhanan. Mari kita jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum emas untuk menumbuhkan keikhlasan yang hakiki, memperluas cakrawala kepedulian sosial, serta meningkatkan derajat ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Intisari dari perayaan Idul Adha tergambar jelas dalam firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surah Al-Kautsar ayat kedua yang berbunyi: “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ” yang bermakna, “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ayat ini memberikan panduan yang sangat jelas bahwa ibadah kepada Allah (melalui salat) harus senantiasa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama manusia (melalui ibadah kurban). Dengan semangat berkurban, kita pada hakikatnya sedang belajar untuk menekan ego pribadi, berlatih untuk sudi berbagi rezeki, mengasihi sesama saudara kita yang kurang beruntung, dan pada akhirnya, semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Pesan “Ikhlas Berkurban, Tulus Berbagi” menjadi landasan moral yang sangat kuat untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Di lingkungan pendidikan, khususnya di SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, nilai-nilai Idul Adha ini sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Melalui semboyan “SMK Bisa Hebat”, institusi pendidikan tidak hanya dituntut untuk mencetak generasi yang unggul secara akademis dan terampil secara vokasional, tetapi juga harus mampu melahirkan individu-individu yang memiliki kecerdasan spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi. Semangat rela berkorban inilah yang diharapkan dapat terwujud dalam karakter setiap peserta didik.
Selain memahami makna filosofisnya, kesempurnaan perayaan Idul Adha juga dicapai dengan menghidupkan berbagai sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Terdapat serangkaian adab dan sunnah, baik sebelum, saat, maupun sesudah pelaksanaan Salat Id, yang patut kita amalkan bersama:
Sunnah Sebelum dan Menuju Salat Idul Adha:
- Tidak Makan Sebelum Salat: Berbeda dengan Idul Fitri, pada Hari Raya Idul Adha umat Islam disunnahkan untuk berpuasa atau menahan diri dari makan dan minum sebelum berangkat salat. Makan baru dianjurkan untuk dilakukan setelah selesai melaksanakan rangkaian Salat Idul Adha.
- Mengumandangkan Takbir: Disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tahlil guna mengagungkan asma Allah. Waktu pelaksanaannya dimulai dari malam Hari Raya (sejak terbenamnya matahari) dan terus dikumandangkan hingga hari terakhir Tasyrik.
- Mandi dan Berhias: Sebelum berangkat ke tempat salat, umat Islam dianjurkan untuk menyucikan diri dengan mandi sunnah Idul Adha. Selain itu, disunnahkan pula untuk memotong kuku, merapikan diri, memakai pakaian terbaik yang rapi dan bersih, serta menggunakan wewangian bagi laki-laki.
- Berjalan Kaki ke Tempat Salat: Apabila jarak antara rumah dan lokasi salat (masjid atau lapangan) memungkinkan, sangat dianjurkan untuk berangkat dengan cara berjalan kaki sebagai bentuk ketawadukan.
- Mengambil Rute Berbeda: Terdapat hikmah sosial yang besar dari sunnah ini, yaitu menggunakan jalan yang berbeda saat berangkat menuju dan ketika pulang dari tempat salat. Hal ini bertujuan agar kita dapat bersilaturahmi dan menyapa lebih banyak orang di sepanjang perjalanan.
Saat dan Sesudah Salat Id:
- Melaksanakan Salat Idul Adha: Puncak ibadah di pagi hari raya adalah melaksanakan salat sunah dua rakaat secara berjemaah. Ibadah ini kemudian disempurnakan dengan duduk tenang untuk mendengarkan khotbah Idul Adha yang sarat akan nasihat agama.
- Menyembelih Hewan Kurban: Bagi umat Islam yang telah diberikan kemampuan finansial, menunaikan ibadah penyembelihan hewan kurban adalah sebuah ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Waktu pelaksanaannya terbentang mulai dari setelah selesainya Salat Id hingga batas akhir Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.
Semoga setiap langkah ibadah yang kita ayunkan, setiap takbir yang kita lantunkan, dan setiap kurban yang kita serahkan, senantiasa dipenuhi dengan keberkahan. Harapan kita bersama, perayaan Idul Adha 1447 H ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi diri sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan kedamaian serta kesejahteraan untuk keluarga dan lingkungan sekitar kita.
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Mari terus tebarkan kebaikan dan jadilah pribadi yang bermanfaat.
#IdulAdha1447H #HariRayaQurban #SMKAzZahraMlonggo #SMKBisaHebat #KurikulumMerdeka #IdulAdha #Qurban #Jepara #SekolahHebat










