Senin, 20 Oktober 2014 07:00

Sejarah Az Zahra

Written by Yayasan
Rate this item
(0 votes)

1. Sejarah Nama Az Zahra

Ada cerita unik dibalik nama yayasan Az Zahra, yaitu pada tahun 1992 Hj. Siti Zuhro berangkat ke tanah suci Makah untuk melaksanakan ibadah Haji. Setelah seluruh rangkaian rukun dan sunah haji dikerjakan, beliau enggan untuk segera pulang ke Indonesia, namun sang ibu berkeinginan untuk tinggal bersama anak keempatnya yang lama berdomisili di Makah, Nur Kholiq Ma’ruf adalah nama sang putra itu. Kholiq (nama panggilan) semenjak tahu 1979 hijrah ke Saudi Arabiah, dan selama itu pula tinggal di dalam komplek Pesantren pimpinan ulama’ sunni Makkah, Hadrotusy Syaikh Sayyid Maliki Al Maliky Al Makky.

Ternyat keinginan tinggal di tanah suci bukan hanya melepas kangen pada sang anak saja, akan tetapi untuk menyatu selamanya di tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. Beberapa pekan berada di Makah, Hj. Siti Zuhro dipanggil oleh Allah SWT pada bulan Muharrom 1412 H dan dikebumikan dalam komplek pemakaman Ma’la (satu komplek dengan makam Sayyidatuna Khodijah Al Kubro, istri tercinta Rosulullah SAW) di kota suci Makkah Saudi Arabiyah.

Sepeninggal sang Ibu, kesembilan anak-anaknya yakni Drs. H. Abd. Rosyid, Hj. Zakiyatun, Hj. Sholichatin, Nur Kholiq, Hj. Siti Sholichah, Hj. Dra. Maftuchah, Drs. Aksin, H. Mukhlisin, serta Umi Keswati, S.Ag bersama Kelurga Bani Ma’ruf (KBM) bersepakat mengabadikan nama sang ibu dengan mendirikan lembaga sosial keagamaan dalam wadah Az Zahra. Sebagaimana kecintaan sang ibu pada ulama’ dan pendidikan keagamaan (ngaji) semasa hidupnya.


2. Sejarah Berdiri Pondok Pesantren

Semasa hidup simbah H. Siroj Ma’ruf dan Hj. Siti Zuhro adalah sosok yang sangat hurmat kepada ahli ilmu (ulama’) dan para pencari ilmu (Tholibul ‘Ilmi). Sebidang tanah disediakan untuk mendirikan Musholla Al Hasanah, sehingga masyarakat sekitar dapat menggunkannya untuk jama’ah, belajar ilmu agama (ngaji) serta kegiatan keagamaan lainnya.

Kepulangan K.H. Nur Kholiq Ma’ruf dari tanah suci Makah pada tahun 2004, semakin menguatkan niat keluarga untuk menderma-baktikan segala potensi keluarga untuk pendidikan keagamaan masyarakat. Musholla Al Hasanah yang selama ini telah digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan keagamaan, oleh Keluarga Bani Ma’ruf dan anak-anak Hj. Zuhro disepakati dijadikan Pondok Pesantren Az Zahra.

Mulai saat itulah, Pondok Pesantren Az Zahra resmi didirikan dan menyerahkan pengelolaan serta kepemimpinan pondok pesantren kepada putra ke-empat Hj. Zuhro, yaitu K.H. Nur Kholiq Ma’ruf. Beliau yang pada saat itu baru saja menetap di Jepara setelah sekian lama menuntut ilmu di kota suci Makkah, menyanggupi tugas teramat berat itu untuk membangun dan mengelola Pondok Pesantren mulai dari awal, tentu dengan dukungan seluruh keluarga.

Langkah pertama sang pengasuh yaitu memohon ijin dan petunjuk kepada sang guru Hadrotusy Syaikh Sayyid Maliki Al Maliky Al Makky, sehingga untuk beberapa lama beliau kembali ke tanah suci Makah Al Mukarromah untuk memohon restu dan berkah ziyadah do’a dalam mengemban amanah pondok pesantren.

Setelah K.H. Nur Kholiq Ma’ruf kembali ke tanah air, beliau langsung menuju ke kediaman kiyai beliau Hadrotusy Syaikh K.H. Maimun Zubair, pengasuh Pondok Peantren Sarang Rembang dengan tujuan yang hampir sama dengan perjalanan ke Makah. Sang kiyai pun dengan tulus memberi ijin serta tak lupa wejangan sebagai pegangan untuk sang pengasuh muda yang pernah nyantri kepada Sayyid Muhammad Al Maliky Al Makki selama 25 tahun.

Pondok Pesantren Az Zahra dalam masa awal pendiriannya menerima bantuan dari beberapa pondok pesantren mitra kerja sama, diantaranya yaitu seorang santri senior Pondok Pesantren Daarut tauhid Purworejo pimpinan K.H. Thoifur Mawardi yang nantinya membantu pengelolaan, kebetulan saat itu telah ada sepuluh orang santri mukim di Pondok Pesantren Az Zahra.


3. Sejarah Berdiri Yayasan

Yayasan Az Zahra berlokasi di Jl. Raya Jepara – Bangsri Km. 12, desa Sekuro RT. 01 RW. 01, kecamatan Mlonggo, kabupaten Jepara. Yayasan Az Zahra berdiri pada tahun 2004 dengan nama Persatuan Badan Hukum (PBH) Az Zahra, sesuai akte notaris nomor 15 tanggal 21 Juni 2005 dan Nomor NPWP: 02 377 843 4-506.000. Maksud dan Tujuannya adalah harapan ke depan yayasan tersebut dapat berkembang menjadi satuan-satuan lembaga pendidikan dan kemasyarakatan yang memiliki status secara legalitas hukum positif di Indonesia, demi dapat terjaganya kensistensi lembaga dalam berkhidmah kepada masyarakat.

Namun dalam perjalanannya PBH. Az Zahra mengalami hambatan komunikasi dengan istilah PBH yang tidak familier di telinga masyarakat, sehingga sangat kesulitan untuk membumikan PBH. Az Zahra dalam ranah lokal. Secara kedinasan yang menaungi lembaga pendidikan dalam PBH. Az Zahra, istilah PBH juga menjadi penghambat dalam kelancaran proses birokasi. Oleh sebab itu, melalui musyawarah bersama antara KMB dan PBH. Az Zahra, pada tahun 2009 istilah PBH diganti dengan Yayasan melalui akte notaris dengan nomor 08 tanggal 20 Oktober 2009 dan Nomor NPWP: 02 377 843 4-506.000.


4. Sejarah Berdiri Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Yayasan Az Zahra sadar, bahwa kebutuhan akan pendidikan keagamaan sebagai upaya memperkuat spiritual basice needs harus diimbangi dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat. Oleh karena itu, pada tahun yang sama (2004) setelah Pondok Pesantren Az Zahra didirikan sebuah lembaga pendidikan formal diupayakan oleh yayasan.

SMP Az Zahra menjadi jawaban dan bukti yayasan dalam melayani kebutuhan masyarakat pada lembaga pendidikan formal. Untuk tahap awal pendirian, yayasan berupaya dengan menghadirkan tenaga-tenaga profesional dibidang kependidikan dengan harapan SMP Az Zahra menjadi lembaga pendidikan terpadu dan berbasis pesantren.


5. Sejarah Berdiri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Tahun Pelajaran 2007/ 2008 SMP Az Zahra telah meluluskan siswa siswi kelas IX (Sembilan), tentu mereka butuh sarana untuk melanjutkan pendidikan formal jenjang lebih tinggi. Atas dasar tersebut, Yayasan Az Zahra bersuha memberi pelayanan akan kebutuhan mereka.

Setelah melalui musyawarah yang dilaksanakan beberapa kali dan mempertimbangan semua masukan dari berbagai pihak, maka disepakati untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Yayasan Az Zahra berupaya menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga terampil dengan mendirikan SMK Az Zahra (2008), keahlian multimedia menjadi pilihan pada awal pendirian lembaga pendidikan lanjutan tersebut. Bukan tanpa alasan multimedia dipilih, dengan menyikapi perkembangan teknologi saat ini dan masa mendatang akan pengembangan jurusan adalah dasar penentuan bidang keahlian.

Sebagai ikhtiyar praksis untuk mampu sampai pada capaian itu, SMK Az Zahra senantiasa berproses dalam menyediakan tenaga ahli dalam bidang teknologi informasi, serta tetap mempertahankan tradisi kesalafan pesantren. Generasi yang kuat dalam spiritual basic needs dan handal pada skill basic needs.

Read 421 times
More in this category: « Dasar Dan Tujuan Lambang »

Ponpes Az Zahra

SMP Az Zahra